Upaya Peningkatan Produksi Kentang Melalui Penggunaan Benih Bersertifikasi di Kawasan Sembalun, Kabupaten Lombok Timur

Penulis

Muhammad Sarjan , Kisman Kisman , Farid Hemon

DOI:

10.29303/jpmpi.v3i1.400

Diterbitkan:

2020-02-22

Terbitan:

Vol 3 No 1 (2020)

Artikel

Unduhan

Cara Mengutip

Sarjan, M., Kisman, K., & Hemon, F. (2020). Upaya Peningkatan Produksi Kentang Melalui Penggunaan Benih Bersertifikasi di Kawasan Sembalun, Kabupaten Lombok Timur. Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA, 3(1). https://doi.org/10.29303/jpmpi.v3i1.400

Metrik

Metrik sedang dimuat ...

Abstrak

Melalui kegiatan pengabdian pada Masyarakat ini Perguruan Tinggi ingin membantu diseminasi produksi benih kentang yang bermutu bersertifikat  dan menjadikan kelompok tani  sebagai  penangkar benih (Seed Grower) yang handal secara berkelanjutan. Keberadaan penangkar benih ini diharapkan dapat mensuplai benih pada budidaya kentang khususnya  ditingkat lokal kawasan Sembalun . Adanya penangkar Benih kentang  ini sekaligus dapat meningkatkan income generating dari Kelompok Petani penangkar dan permasahan penyediaan benih bermutu untuk petani di Kawasan Sembalun khususnya dan di Kabupaten Lombok Timur pada umumnya dapat diatasi. Selanjutnya penggunaan benih bermutu bersertifikasi  diharapkan juga dapat meningkatkan produksi kentang dan akhirnya dapat meningkatkan pendapatan petani.  Berdasarkan hasil kegiatan dan evaluasi yang dilakukan antara lain diperoleh bahwa Penyuluhan yang diikuti dengan demonstrasi Plot budidaya benih kentang bersertifikat  bagi Masyarakat Kelompok Tani Calon Penangkar Benih  di Desa Sembalun Bumbung- Lombok Timur dapat meningkatkan minat, pengetahuan dan keterampilan masyarakat petani dalam pengembangan benih Kentang bersertifikat, sehingga produksi dan kualitas kentang  yang dihasilkan menjadi lebih baik. Masyarakat desa Sembalun Bumbung  mempunyai motivasi yang tinggi untuk mengusahakan tanaman kentang termasuk minat yang cukup tinggi untuk menjadi penangkar benih kentang.  Untuk keberlanjutan usaha perbenihan disarankan antara lain perlunya pengawasan dan bimbingan yang terus menerus kepada petani penangkar benih kentang di desa Sembalun Bumbung terutama dari pihak terkait seperti BPSB sehingga kelas atau mutu dan kualitas benih kentang yang dihasilkan menjadi lebih baik dan lebih profesional sebagai penagkar benih. Disarankan kepada para petani calon penangkar benih kentang agar terus meningkatkan kualitas benih yang dihasilkan dengan cara melengkapi sarana dan prasarana seperti penyiapkan gudang penyimpanan benih.

Kata Kunci:  Benh Kentang; sertifikat;  Penangkar; Sembalun

Referensi

Abdurrachman. (2000). Sertifikasi benih kentang menjamin kebenaran kualitas

Anonim. (2009). Program Unggulan Dinas Pertanian Provinsi Nusa Tenggara Barat, Pemda NTB.

Anonim. (2010). Peningkatan Kapasitas Petani Untuk Menjadi Penangkar Benih Kentang di Kawasan Sembalun Lombok Timur. BPTP Provinsi NTB.

Ranu N.L. (2009). Aturan Perbenihan dan Pengembangan Industri Benih Kentang di Indonesia. Direktorat Jenderal Hortikultura. Kementerian Pertanian Republik Indonesia.

Suwarno W.B. (2008). Sistem Perbenihan Kentang di Indonesia. Ditulis tahun 2000 dan dipubilkasikan kembali tahun 2008 melalui http://www.situshijau.co.id. Instutut Pertanian Bogor.

Biografi Penulis

Muhammad Sarjan, Program Studi Pengelolaan Sumberdaya Lahan Kering, Pascasarjana, Universitas Mataram, Mataram

Kisman Kisman, Program Studi Agroekoteknologi, Fakultas Pertanian, Universitas Mataram, Mataram

Farid Hemon, Program Studi Agroekoteknologi, Fakultas Pertanian, Universitas Mataram, Mataram

Lisensi

Penulis yang akan mempublikasikan Artikelnya di Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA harus menyetujui ketentuan sebagai berikut:

  1. Penulis dapat mempertahankan Hak Cipta Artikel yang akan di publikasikan dan penulis memberikan hak publikasi pertama kepada Jurnal Penabdian Magister Pendidikan IPA dengan pekerjaan secara bersamaan dan berlisensi di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi 4.0 Internasional. yang memungkinkan orang lain untuk berbagi pekerjaan dengan pengakuan kepengarangan karya dan publikasi awal di Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA.
  2. Penulis dimasukkan dalam penyusunan kontraktual tambahan terpisah untuk distribusi non ekslusif versi kaya terbitan jurnal (misalnya: mempostingnya ke repositori institusional atau menerbitkan artikel dalam sebuah buku), dengan pengakuan penerbitan awalnya di Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA.
  3. Penulis diizinkan dan anjurkan untuk mem-posting Artikelnya secara online (misalnya: di repositori institusional atau di website mereka - socmed) setelah diterbitkan oleh Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA, hal ini bertujuan untuk mengarahkan ke pertukaran produktif, seperti halnya capaian pengutipan Artikel (H-Index) lebih banyak. (Lihat Efek Akses Terbuka).