Peningkatan Kemampuan Guru Kimia Dalam Mengidentifikasi Sain Ilmiah dari Budaya Masyarakat Sasak, Samawa dan Mbojo (Etnosasambo)

Penulis

Yayuk Andayani , Agus Abhi Purwoko , Muntari , Mukhtar Haris , Sya’ban Putra Adiguna , Eka Netia Lestari , Baiq Endah Hurairah

DOI:

10.29303/jpmpi.v6i4.5949

Diterbitkan:

2023-11-02

Terbitan:

Vol 6 No 4 (2023): Oktober-Desember 2023

Kata Kunci:

Identify Scientific Science, Ethnosasambo, Chemistry Teacher

Artikel

Unduhan

Cara Mengutip

Andayani, Y., Purwoko, A. A. ., Muntari, Haris, M. ., Adiguna, S. P. ., Lestari, E. N. ., & Hurairah, B. E. . (2023). Peningkatan Kemampuan Guru Kimia Dalam Mengidentifikasi Sain Ilmiah dari Budaya Masyarakat Sasak, Samawa dan Mbojo (Etnosasambo) . Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA, 6(4), 908–912. https://doi.org/10.29303/jpmpi.v6i4.5949

Metrik

Metrik sedang dimuat ...

Abstrak

The ability of chemistry teachers to identify scientific science contained in the culture of the Sasak, Samawa and Mbojo (Ethnosasambo) peoples varies. Most teachers find it difficult to connect science concepts with existing cultures, so socialization and training activities are carried out which aim to improve teachers' ability to identify science concepts in ethnosasambo. The socialization activity was attended by 30 teachers from 10 high schools and vocational schools in West Lombok Regency. Data on teacher ability before and after socialization activities were measured using evaluation questionnaires, and the results were analyzed and described to describe changes in teacher abilities after the activity. The results show that teachers' ability to identify the concept of science in ethnosasambo is increasing. It is hoped that this good experience motivates teachers to integrate ethnosasambo culture into learning activities so that classroom learning becomes more meaningful.

Referensi

Abramova, I., & Greer, A. (2013). Ethnochemistry and human rights. Chemistry and Biodiversity, 10(9), 1724-1728. https://doi.org/10.1002/cbdv.201300211

Ador, N. K. S. (2017). Ethnochemistry of Maguindanaons’ on the Usage of Household Chemicals: Implications to Chemistry Education. Journal of Social Sciences (COES&RJ-JSS), 6(2S), 8–26. https://doi.org/10.25255/jss.2017.6.2s.8.26

Andayani, Y., Anwar, Y. A. S., & Hadisaputra, S. (2021). Pendekatan Etnosains dalam Pelajaran Kimia Untuk Pembentukan Karakter Siswa: Tanggapan Guru Kimia di NTB. Jurnal Pijar MIPA, 16 (1), 39-43

Andayani,Y., Burhanuddin, Hakim, A., Loka, I.N., Muti’ah (2021). Chemical Content In The Sembeq Traditional Rituals Of The Lombok Community. J. Pijar MIPA, 16 (4), 531-534

Hadi, W. P., Sari, F. P., Sugiarto, A., Mawaddah, W., & Arifin, S. (2018).Studi Etnosains Terasi sebagai Sumber Belajar IPA Berbasis Kearifan Lokal. National Conference on Mathematics, Science, and Education (NACOMSE).

Intika, T., & Jumiati. (2020). Pengaruh bahan ajar etnospem (etnosains pempek) terhadap keefektifan hasil belajar siswa sekolah dasar. Jurnal Elementaria Edukasia 3(2), 134–142

Kriswanti, D. P., Suryanti, & Supardi, Z. A. I. (2020). Pengembangan perangkat pembelajaran berbasis etnosains untuk melatihkan literasi sains peserta didik sekolah dasar. Jurnal Education and development: 8(3), 372–378

Novitasari, L., Agustina, P. A., Sukesti, R., Nazri, M. F., & Handhika, J. (2017). Fisika, Etnosains, dan Kearifan Lokal dalam Pembelajaran Sains. Seminar Nasional Pendidikan Fisika III.

Nursaadah, E, I.E. Wijayanti, R. Zidny, Solfarina, R. S. Aisyah. 2017. Inventarisasi Pengetahuan Etnokimia Masyarakat Baduy Untuk Pembelajaran Kimia. Prosiding Seminar Nasional Pendidikan FKIP UNTIRTA

Rosa, M., & Clark, D. (2011). Ethnomathematics: the cultural aspects of mathematics. Revista Latinoamericana de Etnomatemática: Perspectivas Socioculturales de La Educación Matemática, 4(2), 32–54

Wahyudiati, D., & Fitriani. (2021). Etnokimia: Eksplorasi Potensi Kearifan Lokal Sasak Sebagai Sumber Belajar Kimia. Jurnal Pendidikan Kimia Indonesia, 5(2),102- 111.

Lisensi

Penulis yang akan mempublikasikan Artikelnya di Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA harus menyetujui ketentuan sebagai berikut:

  1. Penulis dapat mempertahankan Hak Cipta Artikel yang akan di publikasikan dan penulis memberikan hak publikasi pertama kepada Jurnal Penabdian Magister Pendidikan IPA dengan pekerjaan secara bersamaan dan berlisensi di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi 4.0 Internasional. yang memungkinkan orang lain untuk berbagi pekerjaan dengan pengakuan kepengarangan karya dan publikasi awal di Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA.
  2. Penulis dimasukkan dalam penyusunan kontraktual tambahan terpisah untuk distribusi non ekslusif versi kaya terbitan jurnal (misalnya: mempostingnya ke repositori institusional atau menerbitkan artikel dalam sebuah buku), dengan pengakuan penerbitan awalnya di Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA.
  3. Penulis diizinkan dan anjurkan untuk mem-posting Artikelnya secara online (misalnya: di repositori institusional atau di website mereka - socmed) setelah diterbitkan oleh Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA, hal ini bertujuan untuk mengarahkan ke pertukaran produktif, seperti halnya capaian pengutipan Artikel (H-Index) lebih banyak. (Lihat Efek Akses Terbuka).