Sosialisasi Bahaya Pelanggaran Aturan Lalulintas Dalam Upaya Mengurangi Tingkat Kecelakaan di SMAN 7 Mataram

Penulis

  • Desi Widianty Universitas Mataram
  • Hasyim
  • Ratna Yuniarti
  • Fera Fitri Salsabila
  • Achmad Fajar Narotama Sarjan

DOI:

https://doi.org/10.29303/jpmpi.v6i4.6194

Kata Kunci:

Sosialisasi, Pelanggaran, Aturan lalu lintas, Pelajar, Kecelakaan

Abstrak

Penyebab terjadinya kecelakaan lalulintas tertinggi adalah faktor manusia diikuti oleh faktor lain karena kendaraan, dan prasarana dan lingkungan. Sedangkan korban kecelakaan lalulintas tertinggi berusia 16-30 tahun, rentang usia yang masih memiliki sifat keegoisan yang tinggi. Faktor manusia (human error) disebabkan kecerobohan pengguna jalan, kurangnya pemahaman pengguna jalan terhadap teknik berkendara, etika berlalu lintas dan minimnya kesadaran pengguna jalan terhadap keselamatan berlalu lintas. Salah satu metode untuk meningkatkan kesadaran dan budaya keselamatan jalan adalah dengan memberikan pendidikan akan pentingnya mematuhi aturan-aturan berlalulintas. Kegiatan sosialisasi ini dilaksanakan di SMAN 7 Mataram Nusa Tenggara Barat. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan dan pemahaman kepada siswa/pelajar mengenai pentingnya pendidikan keselamatan di jalan untuk membentuk pola pikir dan karakter sehingga diharapkan mereka menjadi disiplin dalam berlalulintas serta tingkat kecelakaan dapat diminimalisir. Kegiatan sosialisasi dilakukan dengan memberikan penyuluhan disertai dengan menunjukkan foto dan pemutaran video serta dikenalkan secara langsung beberapa peralatan pengatur lalu lintas. Evaluasi terhadap hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta sangat antusias mengikuti kegiatan. Siswa tidak hanya mengerti tapi juga memahami materi yang diberikan, karena mereka menyadari bahwa kegiatan sosialisasi ini sangat bermanfaat bagi keselamatan diri sendiri maupun orang lain.

Referensi

Grashinta, A. & L. A. Wujud. 2018. Pengaruh pola asuh orangtua dan konformitas pada teman sebaya terhadap perilaku keselamatan berkendara roda dua remaja di Jakarta. UPI YPTK Jurnal PSYCHE, vol 11(1), hal 27-36.

Kusnandar, E. 2016. Marka Jalan, Kementerian PUPR Badan Litbang Pusat Litbang Jalan dan Jembatan. Bandung

Peraturan Menteri Perhubungan Republik Indonesia. 2015. Peraturan Menteri Perhubungan Republik Indonesia Nomor PM 111 Tahun 2015 tentang Tata Cara Penetapan Batas Kecepatan. Jakarta.

Peraturan Menteri Perhubungan Republik Indonesia. 2014. Peraturan Menteri Perhubungan Republik Indonesia Nomor PM 13 Tahun 2014 Tentang Rambu Lalu Lintas. Jakarta.

Polda NTB, 2021, Laporan Analisa dan Evaluasi Polda NTB, Mataram

Sarwono. 2007. Psikologi remaja. Jakarta: Raja Grafindo Persada.

Undang-Undang Republik Indonesia. 2009. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu lintas dan Angkutan Jalan, Jakarta.

##submission.downloads##

Diterbitkan

2023-12-08

Cara Mengutip

Widianty, D., Hasyim, Yuniarti, R. ., Salsabila, F. F. ., & Sarjan, A. F. N. . (2023). Sosialisasi Bahaya Pelanggaran Aturan Lalulintas Dalam Upaya Mengurangi Tingkat Kecelakaan di SMAN 7 Mataram. Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA, 6(4), 1208–1213. https://doi.org/10.29303/jpmpi.v6i4.6194