Sosialisasi Optimalisasi Potensi Mangrove Berupa Olahan Makanan Sebagai Upaya Peningkatan Ekonomi Masyarakat Pesisir Desa Ketapang Raya Kecamatan Keruak Kabupaten Lombok Timur

Penulis

  • Tri Ayu Lestari
  • Agil Al Idrus
  • Baiq Sri Handayani
  • Eni Suyantri

DOI:

https://doi.org/10.29303/jpmpi.v6i4.6255

Kata Kunci:

Ekonomi, Makanan, Potensi Mangrove

Abstrak

Pemanfaatan tanaman mangrove sebagai bahan dasar olahan mangrove masih sangat sedikit sekali diketahui oleh masyarakat umum. Hal ini dikarenakan informasi tentang pemanfaatan tumbuhan mangrove sebagai bahan baku makanan jarang sekali disosialisasikan. Prabowo (2015) menyatakan bahwa masyarakat sekitar hutan mangrove masih jarang yang memanfaatkan buah mangrove sebagai bahan makanan, minuman/sirup, sabun, lulur dan zat perwarna karena kurangnya pengetahuan masyarakat tentang manfaat buah mangrove. Kegiatan pengabdian ini dilaksanakan dengan metode ceramah dan tanya jawab. Ketapang Raya Kecamatan Keruak Kabupaten Lombok Timur" diikuti oleh 27 peserta yang terdiri atas perangkat desa, kader dan ibu-ibu PKK Desa Ketapang Raya Penyampaian materi sosialisasi disampaikan oleh Prof. Dr. H. Agil Al Idrus materi tentang pengetahuan Mangrove secara umum, M.Si, Eni Suyantri, S.SI. materi tentang potensi mangrove sebagai bahan pembuatan minuman, Tri Ayu Lestari, S.Pd., M.Pd. potensi mangrove sebagai bahan pembuatan makanan serta dimoderatori oleh Dr. Baiq Sri Handayani, M.Pd. Hasil kegiatan ini diperoleh bahwa potensi yang dimiliki oleh buah mangrove adalah dapat dijadikan sebagai bahan pembuatan sirup mangrove, kue kering, dodol, dan permen.

Referensi

BPDAS Dodokan Moyosari, 2007. Kondisi dan Status Mangrove di Wilayah Kerja BPDAS Dodokan Moyosari. UPT Direktorat Jenderal Rehabilitasi dan Perhutanan Sosial (Ditjen RLPS), Departemen Kehutanan. Provinsi Nusa Tenggara Barat.

Irwansah, Sugiarto. Edwi Mahajoeno. 2019. Struktur Komunitas Ekosistem Mangrove di Teluk Serewe Pulau Lombok Nusa Tenggara Barat. Journal Bioeskperimen. Vol. 5 (2) Pp. 126-130

Latiff A & I Faridah-Hanum. 2014. Mangrove ecosystem of Malaysia: status, challenges, and management strategies. In Faridah-Hanum et al. (eds.) Mangrove Ecosystem of Asia. Springer, New York: 1–36.

Nagelkerken I, SJM Blaber, S Bouillon, P Green, M Haywood, LG Kirton, JO Meynecke, J Pawlik, HM Penrose, A Sasekumar & PJ Somerfield. 2008. The habitat function of mangroves for terrestrial and marine fauna: a review. Aquatic Botany, 89: 155–185.

Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 73 Tahun 2012 tentang Strategi Nasional Pengelolaan Ekosistem Mangrove.

Pirzan, A. M. D. Rohama, Utojo, Burhanuddin, Suharyanto, Gunarto, H. Padda. 2001. Telaah Biodiversitas di Kawasan Tambak dan Mangrove. Laporan Akhir Proyek Invenstarisasi dan Evaluasi Sumber Daya Perikanan Pesisir. Balai Penelitian Perikanan Pantai Maros.

Prabowo, R.E. 2015. Peluang Bisnis Kuliner Buah Mangrove. Prosiding Seminar Nasional Multi Disiplin Ilmu & Call For Papers Unisbank.

Santoso, N. 2002. Pola Pengawasan Ekosistem Mangrove. Makalah Disampaikan pada Lokakarya Nasional Pengembangan Sistem Pengawasan Ekosistem Laut Tahun 2000. Jakarta, Indonesia.

Tarigan M., S., 2008. Sebaran dan Luas Hutan Mangrove di Wilayah Pesisir Teluk Pising Utara Pulau Kabaena Provinsi Sulawesi Tenggara, makara, sains, vol. 12, no. 2, november 2008: 108-112, Bidang Dinamika Laut, Pusat Penelitian Oseanografi, LIPI, Jakarta 14430, Indonesia.

##submission.downloads##

Diterbitkan

2023-11-24

Cara Mengutip

Lestari, T. A. ., Idrus, A. A. ., Handayani, B. S. ., & Suyantri, E. . (2023). Sosialisasi Optimalisasi Potensi Mangrove Berupa Olahan Makanan Sebagai Upaya Peningkatan Ekonomi Masyarakat Pesisir Desa Ketapang Raya Kecamatan Keruak Kabupaten Lombok Timur. Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA, 6(4), 1330–1336. https://doi.org/10.29303/jpmpi.v6i4.6255