Sosialisasi Keamanan Pangan Produk Rekayasa Genetika (PRG) Kepada Siswa MAN 2 Mataram

Penulis

  • Mahrus
  • Agil Al Idrus
  • Lalu Zulkifli
  • Lalu Syauki MS

DOI:

https://doi.org/10.29303/jpmpi.v6i4.6260

Kata Kunci:

Pangan, PRG, Rekayasa genetika, Transgenik, Kloning.

Abstrak

Kehadiran produk rekayasa genetika di bidang pertanian bertujuan untuk mengatasi kekurangan pangan manusia, meningkatkan produktivitas tanaman, ketahanan terhadap tekanan lingkungan yang ekstrim, dan lain sebagainya. Upaya peningkatan produksi pangan terus dilakukan seiring dengan peningkatan kebutuhan pangan karena pertumbuhan penduduk yang semakin tinggi dari tahun ke tahun. Dalam perjalanannya produk rekayasa genetika bukannya tanpa kendala karena ternyata banyak pro dan kontra. Di satu sisi, perkembangan ilmu pengetahuan di bidang rekayasa genetika tanaman sangat pesat. Kegiatan pengabdian pada masyarakat di MAN 2 Mataram ini bertujuan untuk mesosialisasikan keamanan pangan produk rekayasa genetika. Diharapkan kepada para Siswa Kelas XI MAN 2 Mataram sebagai target sasaran kegiatan dapat menyebarluaskan informasi yang didapatkan kepada orang lain seperti: saudara, keluarga dan masyarakat luas, sehingga rasa aman mengonsumsi produk pangan hasil rekayasa genetika terjamin. Bentuk kegiatan yang dilakukan adalah pembelajaran di kelas dengan menggunakan metode ceramah, diskusi dan tanya jawab. Materi pembelajaran yang diberikan meliputi: Konsep dan Pengertian Rekayasa Genetika, Teknik Rekayasa Genetika, Produk Rekayasa Genetika (PRG), dan Peraturan Pemerintah tentang Penggunaan PRG. Program Pengabdian Kepada Masyarakat di MAN 2 Mataram  telah dilaksanakan dengan baik. Hal ini terlihat dari partisipasi dan berbagai  pertanyaan yang dilontarkan siswa kelas XI IPA pada saat diskusi dan tanya jawab. Tim memberikan kunci-kunci utama yang digunakan dalam mengenali PRG. Tim Pengabdian Kepada Masyarakat berhasil memberikan pemahaman yang komprehensif terhadap keamanan PRG dan menyebarluaskannya kepada Masyarakat sesuai dengan rambu-rambu yang tertuang dalam Peraturan Pemerintah No. 21 Tahun 2005 tentang Keamanan Pangan Produk Rekayasa Genetika.

Referensi

Andayani, R. D., Rahmatika, W., & Fitriyah, N. (2023). Transfomasi Genetik: Peluang dan Tantangan. Jurnal Ilmiah Agrineca, 23(1), 80-91.

Asaye, M., H. Biyazen, dan M. Girma. 2014. Genetic engineering in animal production: Applications andprospects. Biochemistry and Biotechnology Research, 2(2): 12-22.

Brazas, M. D., Yim, D., Yeung, W., Ouellette, B. F. 2012. A decade of web server updates at the bioinformatics links directory: 2003–2012. Nucleic Acids Res. 40(W1):W3–W12.

Christou, P. (2013). Plant genetic engineering and agricultural biotechnology 1983–2013. Trends in biotechnology, 31(3), 125-127.

Chumakov, M. I., & Moiseeva, E. M. (2012). Technologies of Agrobacterium plant transformation in planta. Applied Biochemistry and Microbiology, 48, 657-666.

Clough, S. J., & Bent, A. F. (1998). Floral dip: a simplified method for Agrobacterium‐mediated transformation of Arabidopsis thaliana. The plant journal, 16(6), 735-743.

Duncan, R. G., & Reiser, B. J. (2007). Reasoning across ontologically distinct levels: Students' understandings of molecular genetics. Journal of Research in Science Teaching: The Official Journal of the National Association for Research in Science Teaching, 44(7), 938-959.

Fernandez-Suarez, X. M., and Galperin, M. Y. 2013. The 2013 nucleic acids research database issue and the online molecular biology database collection. Nucleic Acids Res. 41(D1): D1–7.

Higgs, D. R. (2013). The molecular basis of α-thalassemia. Cold Spring Harbor perspectives in medicine, 3(1), a011718.

Kearse, M., Moir, R., Wilson, A., Stones-Havas, S., Cheung, M., Sturrock, S., ... & Drummond, A. 2012. Geneious Basic: an integrated and extendable desktop software platform for the organization and analysis of sequence data. Bioinformatics, 28(12), 1647-1649.

Kemenkumham RI. (2005). Peraturan Pemerintah No. No.21 Th 2005 tentang Keamanan Hayati Produk Rekayasa Genetika. Jakarta

Mahrus. 2014. Kontroversi Produk Rekayasa Genetika Yang Dikonsumsi Masyarakat. Jurnal Biologi Tropis,14(2): 108-119.

Maskar, D. H., Hardinsyah, H., Damayanthi, E., Astawan, M., & Wresdiyati, T. 2015. Evaluasi kesepadanan mutu gizi tempe kedelai pangan rekayasa genetik (PRG) dan non-PRG serta dampak konsumsinya pada tikus percobaan. Jurnal Gizi dan Pangan, 10(3).

Mustika, M., Asra, R., & Anggereini, E. (2021). Pengaruh Model Pembelajaran Inquiri Terbimbing Dan Pemahaman Konsep Terhadap Kemampuan Pemecahan Masalah Siswa Smp Negeri 6 Kerinci. Biodik, 7(4), 77-83.

Pramashinta, A., L. Riska, Hadiyanto. 2014. Bioteknologi Pangan: Sejarah, Manfaat dan Potensi Resiko. Review. Jurnal Aplikasi Teknologi Pangan, 3(1): 1-6.

Sucipto, S., Damayanti, R. W., Perdani, C. G., Kamal, M. A., Astuti, R., & Hasanah, N. 2022. Decision Tree of Materials: A Model of Halal Control Point (HCP) Identification in Small-Scale Bakery to Support Halal Certification. International Journal of Food Science, 2022.

Wahyono, P., Miharja, F. J., & Hindun, I. (2016). Implementasi pembelajaran lesson study pada mata kuliah genetika lanjut. JINoP (Jurnal Inovasi Pembelajaran), 2(2), 400-406.

##submission.downloads##

Diterbitkan

2023-12-05

Cara Mengutip

Mahrus, Idrus, A. A. ., Zulkifli, L. ., & Syauki MS, L. . (2023). Sosialisasi Keamanan Pangan Produk Rekayasa Genetika (PRG) Kepada Siswa MAN 2 Mataram. Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA, 6(4), 1304–1309. https://doi.org/10.29303/jpmpi.v6i4.6260