Edukasi Pencegahan Anemia Dan Stunting Pada Ibu Dan Kader Posyandu Di Desa Malaka, Kabupaten Lombok Utara

Penulis

  • Rifana Cholidah
  • Ima Arum Lestarini
  • Ardiana Ekawati
  • Ario Danianto
  • Rahmah Dara Ayunda

DOI:

https://doi.org/10.29303/jpmpi.v6i4.6781

Kata Kunci:

Anemia, Stunting, Penyuluhan.

Abstrak

Anemia merupakan suatu kondisi dimana kadar hemoglobin dibawah kadar normal. Anemia merupakan salah satu masalah kesehatan yang sering terjadi baik dinegara maju maupun di negara berkembang. Anemia dapat terjadi akibat defisiensi beberapa zat gizi, diantaranya asam folat, vitamin B12 dan zat besi. Anemia yang disebabkan karena kurangnya zat gizi ditandai dengan adanya gangguan pada produksi hemoglobin baik karena kurangnya asupan zat besi atau karena gangguan absorpsi. Balita merupakan salah satu kelompok umur yang rentan terhadap terjadinya anemia. Hal ini disebabkan karena kebutuhan zat besi yang meningkat selama masa pertumbuhan, rendahnya asupan atau rendahnya bioavailabilitas zat besi dari makanan, serta adanya infeksi dan parasit. Pencegahan anemia dapat dilakukan dengan menerapkan pola makan yang seimbang. Adapun zat besi dapat diperoleh dari makanan sehari-hari seperti daging, ikan, unggas, sayuran seperti bayam, kacangan-kacangan dan juga makanan yang terfortifikasi. Selain makanan yang kaya akan zat besi, anemia juga dapat dicegah dengan pemberian suplementasi zat besi pada balita. Penyuluhan di laksanakan di 3 dusun yaitu Setangi, Kecinan dan Pandanan. Penyuluhan di Dusun Setangi dan Kecinan dilaksanakan pada hari Sabtu tanggal 9 September 2023, sedangkan di Dusun Pandanan dilaksanakan pada hari Selasa. 12 September 2023. Dihadiri oleh 5 orang tim penyuluh Fakultas Kedokteran Universitas Mataram beserta 7 orang mahasiswa dan total 53 ibu dan kader posyandu di 3 Dusun yang ada di Desa Malaka. Setelah dilakukan penyuluhan kesehatan, terdapat peningkatan tingkat pengetahuan ibu dan kader posyandu mengenai pencegahan anemia pada balita di daerah pesisir pantai.

Referensi

Gumilang L, Nurlaelasari D, Dhamayanti M, Judistiani TD, Matini N, Pramatirta AY. 2021.

Gambaran faktor risiko kejadian anemia pada balita. JKM 7(4): 681-687.

Himatul d.(2017)Evaluasi penatalaksanaan gizi balita stunting diwilayah kerja puskesmas sirampog Unnes Journal of Public Health,6(3).189-95.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia., 2013. Riset Kesehatan dasar 2013. Jakarta: Departemen Kesehatan Republik Indonesia.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia., 2018. Riset Kesehatan dasar 2018. Jakarta: Departemen Kesehatan Republik Indonesia.

Perignon M, Fiorentino M, Kuong K, Burja K, Parker M, Sisokhom S, et al. 2014. Stunting, poor iron status and parasite infection are significant risk factors for lower cognitive performance in Cambodian school-aged children. PLoS One;9, e112605.

Santos R. 201. Food consumption and nutritional and biochemical status of 5-12 year old Indonesia children british Journal of nitrition, 110(11).

Stoltzfus. RJ and Dreyfuss. ML. 2010. Guidelines for the Use of Iron Supplements to Prevent and Treat Iron Deficiency Anemia. Washington DC: INNAG.

Thompson, J.L., Manore, M.M. and Vaughan, L. 2011. The Science of Nutrition: What disorders can result from inadequate intakes of nutrients involved in blood health?, Benjamin Cummings

Umniyati, H. 2011. Sprinkles: Strategi Baru Pengendalian Defisiensi Zat Besi dan Anemia pada Bayi dan Anak di Negara Berkembang. Kesmas 5(5): 195-200.

World Health Organization, 2011. Haemoglobin concentration for the diagnosis of anaemia and assessment of severity.

##submission.downloads##

Diterbitkan

2023-12-31

Cara Mengutip

Rifana Cholidah, Ima Arum Lestarini, Ardiana Ekawati, Ario Danianto, & Rahmah Dara Ayunda. (2023). Edukasi Pencegahan Anemia Dan Stunting Pada Ibu Dan Kader Posyandu Di Desa Malaka, Kabupaten Lombok Utara. Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA, 6(4), 1409–1413. https://doi.org/10.29303/jpmpi.v6i4.6781