Aksi Nyata Sehatkan Gigi Dan Mulut Masyarakat Guna Mewujudkan Indonesia Bebas Karies 2030 di SDN 1 Sandik Lombok Barat

Penulis

Heny Kurniawati , Kurnia Erma Puri , Abdul Aziz

DOI:

10.29303/jpmpi.v7i1.8449

Diterbitkan:

2023-03-24

Terbitan:

Vol 7 No 1 (2024): Januari - Maret

Kata Kunci:

Kesehatan gigi dan mulut, Karies, Menggosok gigi

Artikel

Unduhan

Cara Mengutip

Kurniawati, H., Puri, K. E., & Aziz, A. (2023). Aksi Nyata Sehatkan Gigi Dan Mulut Masyarakat Guna Mewujudkan Indonesia Bebas Karies 2030 di SDN 1 Sandik Lombok Barat. Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA, 7(1), 355–357. https://doi.org/10.29303/jpmpi.v7i1.8449

Metrik

Metrik sedang dimuat ...

Abstrak

Kesehatan gigi dan mulut adalah keadaan sehat jaringan rongga mulut, yang memungkinkan seseorang dapat makan, berbicara, dan bersosialisasi tanpa adanya ketidaknyamanan atau rasa malu, dimana berkontribusi dalam kesejahteraan seseorang secara umum, yang akan berpengaruh pada kualitas hidup. Kurangnya pengetahuan cara mengosok gigi yang baik dan benar dapat menyebakan masalah gigi seperti karies. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran anak pentingnya mengosok gigi dan selanjutnya penyuluhan dan aksi mengosok gigi bersama. Hasil kegiatan ini menunjukan bahwa  sebesar 33,3 % peserta yang dikategorikan baik dalam menjaga kesehatan gigi dan mulut, 20% peserta yang dikategorikan cukup baik dalam menjaga kesehatan gigi dan mulut dan sebesar 46,6% peserta yang dikategorikan kurang baik dalam menjaga kesehatan gigi dan mulut. Oleh karena itu, dibutuhkan peranan orang tua dan guru dalam menjaga kesehatan gigi dan mulut dan mengajarkan anak bagaimana cara mengosok gigi yang baik dan benar.

Referensi

Arum, Y.P., dkk. 2023. Faktor-faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Karies Gigi pada Remaja di Klinik Gigi Cheese Bandar Lampung Tahun 2022. Jurnal Kesehatan Gigi (Dental Health Journal), 10(1), hal 22

DOI: https://doi.org/10.33992/jkg.v7i1

Kemenkes RI (2018) Riset Kesehatan Dasar. Jakarta

Lisna, L. F. E. N. P., & Riyaningrum, W. (2024). Pengembangan Puzzle Gimul sebagai Media Edukasi Pengetahuan Personal Hygiene Kasus Gigi dan Mulut Anak. Jurnal Keperawatan, 16(1), 475–482

DOI: https://doi.org/10.32583/keperawatan.v16i1.1643

NykaDwi Febria, D. Y. (2020). Penyuluhan dan Pelatihan Kesehatan Gigi dan Mulut pada Masa Pandemi Covid-19. Prosiding Semnas PPM

Sandra, F., dkk. 2023. Peningkatan Pengetahuan Kesehatan Gigi dan Mulut pada Remaja: Siswa SMP St. Bellaminus Menteng Jakarta. Poltekita: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 4(1), hal.95

DOI: https://doi.org/10.33860/pjpm.v4i1.1434

Tresnasari, E. (2021). Bersiwak Dalam Bidang Kedokteran Gigi Perspektif Tafsir Ilmi. Institut PTIQ Jakarta

Lisensi

Hak Cipta (c) 2024 Heny Kurniawati, Kurnia Erma Puri, Abdul Aziz

Creative Commons License

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.

Penulis yang akan mempublikasikan Artikelnya di Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA harus menyetujui ketentuan sebagai berikut:

  1. Penulis dapat mempertahankan Hak Cipta Artikel yang akan di publikasikan dan penulis memberikan hak publikasi pertama kepada Jurnal Penabdian Magister Pendidikan IPA dengan pekerjaan secara bersamaan dan berlisensi di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi 4.0 Internasional. yang memungkinkan orang lain untuk berbagi pekerjaan dengan pengakuan kepengarangan karya dan publikasi awal di Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA.
  2. Penulis dimasukkan dalam penyusunan kontraktual tambahan terpisah untuk distribusi non ekslusif versi kaya terbitan jurnal (misalnya: mempostingnya ke repositori institusional atau menerbitkan artikel dalam sebuah buku), dengan pengakuan penerbitan awalnya di Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA.
  3. Penulis diizinkan dan anjurkan untuk mem-posting Artikelnya secara online (misalnya: di repositori institusional atau di website mereka - socmed) setelah diterbitkan oleh Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA, hal ini bertujuan untuk mengarahkan ke pertukaran produktif, seperti halnya capaian pengutipan Artikel (H-Index) lebih banyak. (Lihat Efek Akses Terbuka).