Profil Kemampuan Literasi Sains Mahasiswa Program Studi Pendidkan Guru Sekolah Dasar Pada Mata Kuliah Pendidikan Lingkungan Hidup : Sebuah Studi Pendahuluan

Authors

Nurul Fauziah , Suriya Ningsyih , Fakhri Khusaini

DOI:

10.29303/jcar.v6i1.6971

Published:

2024-01-24

Issue:

Vol. 6 No. 1 (2024): Februari

Keywords:

Literasi Sains, Mahasiswa Program Studi Pendidkan Guru Sekolah Dasar, Pendidikan Lingkungan Hidup.

Articles

Downloads

How to Cite

Fauziah, N. ., Ningsyih, S. ., & Khusaini, F. . (2024). Profil Kemampuan Literasi Sains Mahasiswa Program Studi Pendidkan Guru Sekolah Dasar Pada Mata Kuliah Pendidikan Lingkungan Hidup : Sebuah Studi Pendahuluan. Journal of Classroom Action Research, 6(1), 114–118. https://doi.org/10.29303/jcar.v6i1.6971

Downloads

Download data is not yet available.

Metrics

Metrics Loading ...

Abstract

Literasi sains siswa di Indonesia masih tergolong rendah. Literasi sains berarti bukan hanya sekedar kemampuan untuk membaca dan menulis tentang sains melainkan juga mengandung kemampuan untuk menerapkan  memproses, memberikan sikap yang tepat terkait konsep sains dalam kehidupan. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis kompetensi dan level awal literasi sains mahasiswa program studi sekolah dasar serta mendeskripsikan kemampuan tersebut. Penelitian ini merupakan penelitian pendahuluan (elementary research). Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif deskriptif dengan menggunakan teknik analisa data secara induktif. Subjek penelitian ini adalah mahasiswa program studi Pendidikan guru sekolah dasar yang memprogram mata kuliah pendidikan lingkungan hidup. Data pada penelitian ini diperoleh melalui tes tertulis dan dianalisis menggunakan metode kualitatif deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan kompetensi literasi sains mahasiswa pada menginterpretasi data dan bukti ilmiah, merangcang dan evaluasi penyelidikan ilmiah, dan menjelaskan fenomena ilmiah berturut-turut yakni: 27%, 50% dan 43%. Pencapaian level literasi tertinggi yakni pada level 1, sebesar 85,3 %, dan terendah pada level 5 sebesar 7,86 %. Hal ini menunjukkan kemampuan mahasiswa berdasarkan level soal masih sangat rendah.

References

Afriana, J., Permanasari, A., & Fitriani, A. (2016). Project based learning integrated to stem to enhance elementary school’s students scientific literacy. Jurnal Pendidikan IPA Indonesia, 5(2), 261-267.

Asyhari, A. (2015). Profil peningkatan kemampuan literasi sains siswa melalui pembelajaran saintifik. Jurnal Ilmiah Pendidikan Fisika Al-Biruni, 4(2), 179-191.

Fazilla, S. (2016). Kemampuan literasi sains mahasiswa Pgsd pada mata kuliah konsep dasar sains. JUPENDAS (Jurnal Pendidikan Dasar), 3(2).

Hadisaputra, S., Gunawan, G., & Yustiqvar, M. (2019). Effects of Green Chemistry Based Interactive Multimedia on the Students' Learning Outcomes and Scientific Literacy. Journal of Advanced Research in Dynamical and Control Systems (JARDCS), 11(7), 664-674.

Haristy, D. R., Enawaty, E., & Lestari, I. (2013). Pembelajaran berbasis literasi sains pada materi larutan elektrolit dan non elektrolit di sma negeri 1 pontianak. Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Khatulistiwa (JPPK), 2(12).

Harlen, W., & Winter, J. (2004). The development of assessment for learning: Learning from the case of science and mathematics. Language testing, 21(3), 390-408.

Masithah, I., Jufri, A. W., & Ramdani, A. (2022). Bahan Ajar IPA Berbasis Inkuiri Untuk Meningkatkan Literasi Sains. Journal of Classroom Action Research, 4(2), 138-144.

Narut, Y. F., & Supardi, K. (2019). Literasi sains peserta didik dalam pembelajaran ipa di indonesia. JIPD (Jurnal Inovasi Pendidikan Dasar), 3(1), 61-69.

Nopriadi, M. N., Andayani, Y., & Hadisaputra, S. (2022). Analisis literasi sains peserta didik melalui pendekatan etnopedagogi pada pembelajaran kimia. Journal of Classroom Action Research, 4(3), 98-102.

Oecd, F. A. O. (2022). OECD-FAO agricultural outlook 2022-2031.

OECD., K. (2018). OECD science, technology and innovation outlook 2018. Paris: OECD publishing.

Pertiwi, U. D., Atanti, R. D., & Ismawati, R. (2018). Pentingnya literasi sains pada pembelajaran IPA SMP abad 21. Indonesian Journal of Natural Science Education (IJNSE), 1(1), 24-29.

Ramdani, A., Jufri, A. W., Gunawan, G., Fahrurrozi, M., & Yustiqvar, M. (2021). Analysis of Students' Critical Thinking Skills in terms of Gender Using Science Teaching Materials Based on The 5E Learning Cycle Integrated with Local Wisdom. Jurnal Pendidikan IPA Indonesia, 10(2), 187-199.

Rusdi, A., Sipahutar, H., & Syarifuddin, S. (2017). Hubungan Kemampuan Berpikir Kreatif dan Sikap Terhadap Sains Dengan Literasi Sains Pada Siswa Kelas XI IPA MAN. Jurnal Pendidikan Biologi, 7(1), 72-80.

Sadler, T. D. (Ed.). (2011). Socio-scientific issues in the classroom: Teaching, learning and research (Vol. 39). Springer Science & Business Media.

Schleicher, A. (2006). Where immigrant students succeed: a comparative review of performance and engagement in PISA 2003: © OECD 2006. Intercultural education, 17(5), 507-516.

Schleicher, A. (2019). PISA 2018: Insights and interpretations. oecd Publishing.

Subandowo, M. (2022). Teknologi Pendidikan di Era Society 5.0. Jurnal Sagacious, 9(1).

Ten Dam, G., & Volman, M. (2004). Critical thinking as a citizenship competence: teaching strategies. Learning and instruction, 14(4), 359-379.

Yustiqvar, M., Hadisaputra, S., & Gunawan, G. (2019). Analisis penguasaan konsep siswa yang belajar kimia menggunakan multimedia interaktif berbasis green chemistry. Jurnal Pijar Mipa, 14(3), 135-140.

License

Copyright (c) 2024 Nurul Fauziah, Suriya Ningsyih, Fakhri Khusaini

Creative Commons License

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.

  • Authors who publish with Journal of Classroom Action Research, agree to the following terms:

  1. Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License (CC-BY License). This license allows authors to use all articles, data sets, graphics, and appendices in data mining applications, search engines, web sites, blogs, and other platforms by providing an appropriate reference. The journal allows the author(s) to hold the copyright without restrictions and will retain publishing rights without restrictions.
  2. Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgment of its initial publication in Journal of Classroom Action Research.
  3. Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).